Nama : Riski M.Nur
Alamat : Desa Kurunga Kepulauan Jorongah Kabupaten Halmahera Selatan
Universitas Islam as-syfi’iyah Fakultas Sains dan Teknologi Semester VI
Jakarta, Sabtu, 10 Mei 2025 — Mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) kembali menunjukkan kreativitasnya melalui kegiatan bertajuk “Pesta Cendawan”, yang mengusung tema “Eksplorasi Keanekaragaman dan Manfaat Cendawan”. Acara ini berlangsung di lantai 4 Gedung Alawiyah, Fakultas Sains dan Teknologi UIA, sebagai bagian dari proyek tugas Mata Kuliah Mikologi.
Kegiatan ini mengusung pendekatan experiential learning dan komunikasi sains, yang bertujuan tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam bentuk karya inovatif dan komunikatif. Tujuannya adalah menyampaikan informasi ilmiah tentang jamur kepada masyarakat dengan cara yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami.
“Pesta Cendawan merefleksikan pendekatan pendidikan yang transformatif, di mana proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi meluas ke ruang publik dengan mengedepankan prinsip experiential learning dan literasi ekologi,” ujar Qurrota A’yun, M.Si, dosen pengampu mata kuliah Mikologi.
Beragam karya ditampilkan dalam acara ini, mulai dari olahan makanan berbahan dasar jamur, instalasi seni bertema mikologi, permainan edukatif tentang ekologi dan biologi jamur, hingga media informasi seperti video edukasi dan infografis.

Salah satu stan yang paling menarik perhatian pengunjung adalah MycoFood Corner, yang menyajikan jamur krispi dari jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Tidak hanya menggoda selera, stan ini juga memberikan edukasi tentang kandungan gizi jamur, manfaat kesehatannya, serta metode pengolahan yang tepat. Jamur tiram sendiri dikenal sebagai sumber protein nabati yang rendah kalori dan ramah lingkungan karena dapat dibudidayakan dari limbah organik.
Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi pemahaman mahasiswa terhadap materi Mikologi, sekaligus media pengenalan ilmu tersebut kepada masyarakat luas. Mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, berinovasi, serta menyampaikan informasi ilmiah secara praktis dan menarik.
Antusiasme pengunjung sangat tinggi. Peserta tidak hanya mencicipi jamur krispi, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi. Berdasarkan hasil kuesioner yang diisi oleh 30 responden, lebih dari 70% menyatakan sangat menyukai rasa dan tampilan produk yang disajikan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan meriah, dengan berbagai sesi seperti demo memasak, pemutaran video dokumenter, hingga permainan edukatif. Penyajian yang menarik dan inovatif dinilai efektif membantu pengunjung—termasuk yang tidak memiliki latar belakang biologi—memahami konsep-konsep dasar mikologi secara menyenangkan.
JNewstv.com Berita Fakta & Realita