Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali menjadi sorotan. Fasilitas yang semestinya menjadi garda terdepan pengawasan kawasan hutan itu kini hanya tinggal puing setelah hangus terbakar.
Kondisi tersebut terlihat pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIT. Bangunan pos tampak roboh, dengan atap dan sejumlah material kayu hangus terbakar.
Terbakarnya pos ini menambah daftar pertanyaan warga terkait efektivitas pengawasan hutan. Pasalnya, sebelum terbakar, warga sudah lama mengeluhkan petugas yang jarang terlihat berjaga di pos tersebut.
“Pos sudah dibuat, tetapi petugas jarang terlihat. Sekarang posnya malah terbakar. Lalu siapa yang mengawasi hutan?” keluh seorang warga setempat.
Warga mengaku khawatir, dengan lumpuhnya pos penjagaan, aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan akan semakin marak, termasuk dugaan penebangan liar dan aktivitas keluar-masuk kayu yang selama ini menjadi perhatian.
Menurut warga, pos pengamanan tidak boleh hanya menjadi simbol. Jika dibangun untuk pengawasan, harus dibarengi dengan kehadiran petugas, jadwal jaga yang jelas, dan tindakan nyata terhadap setiap aktivitas mencurigakan.
Lebih jauh, warga mendesak instansi terkait untuk tidak bersikap pasif dan hanya datang setelah masalah muncul. Penyebab kebakaran pos harus diusut secara serius, serta sistem pengamanan kawasan pasca-kebakaran harus segera dievaluasi.
Publik pun mempertanyakan apakah selama ini sistem pengawasan benar-benar berjalan, atau hanya mengandalkan bangunan fisik sebagai formalitas bahwa kawasan telah dijaga.
“Terbakarnya pos bukan sekadar soal hilangnya sebuah bangunan. Ini menyangkut efektivitas pengawasan kawasan hutan. Jangan sampai setelah pos terbakar, persoalannya ikut dianggap selesai,” ujar warga.
Ia menegaskan, yang harus diselamatkan bukan hanya bangunannya, melainkan kawasan hutan itu sendiri yang menjadi kepentingan hidup masyarakat luas.
(Kontributor/Nadi)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita