JNewstv.com | Halmahera Barat – PT Ormat Geothermal Indonesia selaku pengembang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Rano secara resmi memaparkan rencana pengembangan proyek energi bersih dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Halmahera Barat.
Proyek strategis tersebut ditargetkan menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 40 Megawatt (MW), dengan target beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada tahun 2030.
President Director PT Ormat Geothermal Indonesia, D. Remi Harimanda, menegaskan bahwa pengembangan WKP Telaga Rano mengusung visi besar untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. Menurutnya, proyek ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi terbarukan, tetapi juga dirancang untuk mendorong percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen menjalankan tiga misi utama di Halmahera Barat. Pertama, mengembangkan WKP Telaga Rano sebagai sumber energi panas bumi yang andal, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional, khususnya di Pulau Halmahera. Kedua, memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui program pemberdayaan, kemitraan strategis, dan penguatan ekonomi lokal. Ketiga, menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara ketat pada seluruh tahapan operasional perusahaan,” ujar Remi Harimanda.
Remi menjelaskan, kehadiran PLTP Telaga Rano diharapkan mampu menjamin pasokan listrik berbasis energi hijau yang ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang masyarakat. Di sisi lain, perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian terhadap aspek lingkungan guna menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan sumber daya panas bumi di kawasan tersebut.
Dari sisi dampak ekonomi, PT Ormat Geothermal Indonesia memproyeksikan investasi lebih dari Rp800 miliar akan dibelanjakan langsung di Kabupaten Halmahera Barat selama lima tahun pertama fase pengembangan. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk penyerapan tenaga kerja lokal, penyediaan akomodasi, jasa katering, pemanfaatan vendor dan kontraktor lokal, pengadaan material konstruksi, transportasi, serta sektor pendukung lainnya yang diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
Perusahaan juga berkomitmen membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, lembaga adat, serta tokoh masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Sementara itu, Helmi selaku perwakilan manajemen perusahaan menjelaskan bahwa tahap awal pengembangan akan difokuskan pada serangkaian survei teknis untuk memetakan potensi panas bumi di kawasan Telaga Rano.
“Survei komprehensif ini meliputi pemetaan geologi, geokimia, dan geofisika menggunakan metode Magnetotelluric (MT). Kami juga memanfaatkan teknologi seperti sensor LiDAR untuk pemetaan topografi, pemindaian termal menggunakan drone, serta survei bathymetry untuk memetakan kondisi dasar perairan Telaga Rano secara akurat,” jelas Helmi.
Ia menambahkan, hasil survei tersebut akan menjadi dasar ilmiah dalam menentukan titik pengeboran eksplorasi.
“Pada tahap eksplorasi berikutnya, kami merencanakan pengeboran tiga sumur eksplorasi guna memastikan volume dan besaran cadangan panas bumi yang tersedia di bawah permukaan bumi,” katanya.
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek PLTP Telaga Rano diperkirakan mencapai USD 200 juta. Nilai tersebut terbagi dalam dua tahapan, yakni USD 50 juta untuk fase eksplorasi awal dan USD 150 juta untuk pembangunan konstruksi serta infrastruktur utama pembangkit.
(Aldy Ngofangare)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita