JAKARTA, JNewsTV – Ray Rangkuti menyampaikan kritik keras terhadap KPK yang dianggap pasif dalam menindaklanjuti laporan dugaan korupsi keluarga Joko Widodo.
Menurutnya, rilis dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang menyebut Jokowi sebagai salah satu mantan presiden terkorup di dunia semakin memperkuat asumsi bahwa ada praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) di lingkaran kekuasaan.
“Kami telah melaporkan dugaan KKN ini sejak 2022, termasuk laporan dugaan gratifikasi oleh putra Jokowi, Kaesang. Namun hingga kini, KPK belum menunjukkan keberanian untuk menindaklanjuti,” ujar Ray kepada JNewsTV.com, Selasa (7/1).
Ray juga mengkritik pernyataan KPK yang mengaku menunggu laporan masyarakat. “Laporan sudah ada, seperti yang disampaikan oleh Nurani 98 dan TPDI. Kini saatnya KPK menunjukkan independensinya dengan memeriksa harta kekayaan Jokowi beserta keluarganya dalam 10 tahun terakhir,” tegasnya.
Ray menutup pernyataannya dengan tantangan kepada KPK. “Jangan sampai ada kesan KPK hanya keras kepada lawan politik, tapi lembut terhadap lingkaran kekuasaan. Publik menunggu tindakan tegas, bukan sekadar alasan menunggu bukti,” pungkasnya.***
JNewstv.com Berita Fakta & Realita