Ternate | JNewstv.com – Kegiatan Ritual yang bertempatdi Kelurahan Togolobe kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. di hadiri Wakil Walikota Ternate Abdullah Taher SH, Sekertaris Daerah Kota Ternate Dr. M Tauhid Soleman, M.Si, dan Muspika dan Muspida Kota Ternate pada Ritual Jere Mangarah (Acara Karamat) Senin (7/10/2019).
Sesepuh Hiri, Sukarjan Hirto S.Sos menyampaikan bahwa. “Agenda Ritual Jere Mangara ini merupakan ritual keagamaan, karena kita masyarakat di Pulau Hiri sebagian besar sebagai prajurit kesultanan berjuang di medan perang kemudian mereka kembali akan melaksanakan hajatan seperti ini dilakukan oleh leluhur kita sejak itu, dan bahkan ada kedukaan-kedukaan yang melanda Soa Segam atau kelurahan yang berada di 6 kelurahan dan 5 Soa yang ada di Hiri, sehingga itu di lakukan Ritual Jere Mangara, bahkan sebagai silaturahmi karena melaksanakan acara seperti ini semua Warga masyarakat Pulau Hiri ada di Hiri dan kemudian yang berada di Ternate semua berkumpul melaksanakan kegiatan ini” ucapnya.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bertujuan bagaimana kita mensyukuri secara islami melaksanakan pujian dengan zikir, tahlil, tahmid dan sebagainya sehingga pelaksanaan ini kita tetap wariskan kepada generasi-generasi yang akan datang.

Lanjutnya. “Ritual semacam ini diawali dengan kegiatan pembacaan doa dan pujian di Soa tertua di Soa Mado dan kemudian setelah pembacaan di Soa Mado kemudian bergeser atau di pindahkan ke Soa Togolobe dengan tokoh Adat, Tokoh Agama, Sesepuh para Ketua Adat mengantar Soa Togolobe dan paginya melaksanakan ritual terkait dengan Jere Mangara. Saya sampaikan bahwa ini Jere Mangara adalah sebuah sentuhan Adat Matoto Agama, Agama Matoto Kitabbullah dan Kitabbullah Matoto Allah Taalah, sentuhan ini akan kita wariskan kepada anak cucunya” tuturnya.
Kapita Hiri Aja Tidore menyampaikan bahwa. “Ritual seperti ini setau kami berawal dari tahun 1984 kemudian dilanjut pada tahun 2003, dan dilanjutkan pada tahun 2019 tahun ini dan ritual tidak bisa di tentukan tahun untuk kita melaksanakannya kita waktu harus bersepakat di 5 (lima) Soa dan sudah ada kesepakatan dari 5 pimpinan masing-masing Soa kemudian kita menentukan untuk hari pelaksanaannya dan ini tidak bisa di hari lain cuman bisa di hari Senin saja” paparnya.
Sahrony A. Hirto selaku ketua Panitia kegiatan Jere Mangara di kecamatan Pulau Hiri menyampaikan bahwa Acara ini yang pastinya masih ada kelanjutannya, “Agenda ini adalah agenda besar Masyarakat Hiri, generasi muda dan kebangkitan masyarakat Hiri. Sehingga kami sangat bersyukur atas doa dan dukungan moril yang selama ini terus di berikan kepada Kami sebagai ketua Panitia dan berlanjutnya kegiatan Festival pada bulan ini juga bertempat di Kelurahan Hiri Kecamatan Pulau Hiri” ujarnya. (ilon)


JNewstv.com Berita Fakta & Realita