Home / Pariwisata / Akomodasi / Tangis di Sungai Salube Berbuah Harapan, Brimob Turun Tangan Bangun Jembatan Merah Putih Polri Warga Loloda Kepulauan

Tangis di Sungai Salube Berbuah Harapan, Brimob Turun Tangan Bangun Jembatan Merah Putih Polri Warga Loloda Kepulauan

JNewstv.com | Halmahera Utara, Maluku Utara — Jagat maya sempat diguncang oleh sebuah video pilu dari Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara. Video itu memperlihatkan warga berjibaku dengan derasnya arus sungai, menggotong jenazah menembus banjir karena jembatan darurat dari batang pohon yang mereka bangun secara swadaya hancur diterjang air. Senin (02/03/26

Peristiwa 1 Desember 2025 itu bukan sekadar potongan gambar yang viral. Ia adalah potret nyata keterisolasian, air mata, dan keberanian warga kecil di ujung utara Maluku. Lokasi TPU yang berada di seberang sungai memaksa warga mempertaruhkan nyawa demi mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir.

Video tersebut kemudian diangkat oleh tvOne dan menyedot perhatian publik secara luas. Netizen bereaksi keras, empati mengalir, dan pertanyaan tentang akses infrastruktur di wilayah kepulauan kembali mencuat.

“Kami Tidak Punya Pilihan Selain Turun ke Sungai”

Kepala Desa Salube, Sabri Duduaka, tak bisa menyembunyikan emosinya saat mengenang momen itu. “Saat itu hujan sangat deras. Jembatan kayu yang kami bangun dengan tenaga sendiri tidak mampu menahan arus. Kami tidak punya pilihan selain turun langsung ke sungai. Itu bukan hanya soal mengantar jenazah, tapi soal harga diri dan tanggung jawab kami sebagai keluarga dan warga,” ujar Sabri dengan suara bergetar.

Menurutnya, jembatan darurat tersebut memang sudah lama menjadi satu-satunya akses warga menuju lahan pertanian, sekolah, hingga pemakaman. Namun setiap musim hujan, ancaman banjir selalu menghantui.

“Setiap hujan deras kami was-was. Tapi kejadian itu menjadi titik balik. Kami bersyukur karena dari peristiwa pahit itu, perhatian datang,” tambahnya.

Brimob Datang, Harapan Dibangun dari Pondasi Beton, Merespons kejadian tersebut, Kapolda Maluku Utara melalui Dansat Brimob memerintahkan Satuan Brimob Polda Maluku Utara turun langsung melaksanakan misi kemanusiaan. Pada 25 Januari 2026, sebanyak 17 personel Satbrimob dipimpin DPP IPDA Ikram Kadir diberangkatkan ke Desa Salube.

Jembatan permanen dengan panjang sekitar 12 meter dan lebar 3 meter kini dibangun dengan konstruksi beton yang lebih kokoh dan tahan terhadap terjangan banjir. Tidak lagi sekadar batang pohon yang disusun seadanya.

Sabri menjelaskan, “Pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dengan anggota Brimob mulai pengangkutan material seperti pasir, krikil hingga bahan semen, dan besi diangkut lewat kapal laut KM Aksara 09 dari bantuan anggota Brimob Polda Malut. Bersama warga juga kumpulkan batu dari lokasi sekitar 200 meter dari titik pembangunan. Ini kerja bersama, bukan hanya aparat, tapi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Pengerjaan difokuskan pada kerangka cor tiang jembatan, penguatan pondasi, serta penyediaan papan kayu sebagai material pendukung. Sinergi aparat dan warga menjadi pemandangan yang jarang terjadi namun sarat makna di desa terpencil tersebut.

“Ini Bukan Sekadar Jembatan, Ini Soal Martabat” Tokoh pemuda Desa Salube, Waldi Hi. Rauf, S.Hi, menilai viralnya video tersebut menjadi tamparan keras bagi semua pihak, namun sekaligus membuka mata banyak orang.

“Apa yang terjadi kemarin adalah luka bersama. Tapi hari ini kami bangkit. Jembatan ini bukan sekadar akses fisik, ini soal martabat masyarakat kepulauan. Kami tidak ingin lagi ada warga yang harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk aktivitas dasar,” tegas Waldi.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Brimob yang turun langsung ke lapangan.

“Kehadiran Brimob memberi semangat baru. Kami merasa tidak sendiri. Ini bukti bahwa negara hadir, meski kami berada di wilayah terluar,” ujarnya.

Pembangunan jembatan ini diharapkan segera rampung agar dapat menunjang aktivitas harian warga—mulai dari akses pendidikan, distribusi hasil kebun, hingga pelayanan sosial. Lebih dari itu, jembatan tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Salube yang selama ini terhambat faktor geografis.

Bagi warga Salube, tragedi yang viral itu kini berubah menjadi simbol kebersamaan. Dari derasnya arus sungai yang pernah merobohkan jembatan kayu, kini berdiri pondasi beton yang dibangun dengan semangat gotong royong.

Di sudut Loloda Kepulauan, sebuah desa kecil mengajarkan bahwa di balik viralnya sebuah video, ada cerita tentang keteguhan, solidaritas, dan harapan yang tak pernah padam.

 

Jurnalis: Syahril

About jnews

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII