Halmahera Tengah, JNewstv.com — Di antara puing-puing rumah yang hangus dan wajah-wajah penuh duka, langkah kaki Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., terasa berat saat menapaki lokasi konflik antara Desa Sibenpopo dan Desa Bobane Jaya, Minggu (5/4/2026).
Suasana haru tak terbendung. Sejumlah warga tampak menahan tangis, sementara lainnya hanya bisa terdiam memandangi sisa-sisa kehidupan yang luluh lantak. Di lokasi pengungsian, anak-anak memeluk orang tua mereka, berharap rasa aman segera kembali.
“Saya meninjau langsung perkembangan situasi pasca konflik antara Desa Sibenpopo dan Desa Bobane Jaya. Kami datang untuk memastikan kondisi masyarakat dan melihat langsung dampak yang terjadi,” ujar Kapolda dengan nada tegas namun penuh empati.

Kapolda tidak sendiri. Ia didampingi jajaran TNI, Polri, serta pemerintah daerah, menyusuri rumah-rumah warga yang terdampak. Setiap sudut yang dikunjungi menyisakan cerita pilu—tentang kehilangan, ketakutan, dan harapan yang perlahan mulai tumbuh kembali.
“Kami juga menemui masyarakat di lokasi pengungsian. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa negara tidak tinggal diam,” ungkapnya.
Di tengah situasi yang sempat mencekam, secercah kabar baik mulai terasa. Kapolda memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kini berangsur kondusif. Aparat gabungan terus berjaga, memberikan rasa aman bagi warga yang ingin kembali menata hidup mereka.
“Kami memastikan bahwa situasi kamtibmas saat ini telah berangsur kondusif. Kami menjamin keamanan bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti biasa,” tegasnya.
Lebih dari sekadar jaminan keamanan, harapan baru juga datang dari pemerintah. Kapolda menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan turut membantu proses pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak.
“Pemerintah Provinsi akan membantu proses pembangunan dan perbaikan rumah warga yang terdampak. Ini bagian dari upaya pemulihan agar masyarakat bisa bangkit kembali,” katanya.
Namun di balik semua itu, Kapolda mengingatkan bahwa kedamaian harus dijaga bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan permasalahan ini kepada aparat,” pesannya dengan penuh harap.
Ia menegaskan, Polri bersama TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang memastikan keadilan ditegakkan.
“Polri bersama TNI akan terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, serta penegakan hukum secara profesional, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Di penghujung kunjungan, harapan itu menggantung di udara Halteng—bahwa luka yang ada perlahan akan sembuh, dan masyarakat bisa kembali hidup dalam damai.
“Sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali damai, aman, dan harmonis,” tutup Kapolda. (Tim/red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita