TERNATE, JNewstv.com – Kinerja Perum Bulog wilayah Maluku dan Maluku Utara benar-benar “gas pol”. Di tengah tantangan distribusi wilayah kepulauan, realisasi pengadaan beras justru melampaui target hingga 104,32 persen, sebuah capaian yang dinilai memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Minggu (26/04/26)
Berdasarkan lansiran berbagai sumber media nasional, Perum Bulog Kanwil Maluku-Malut mencatat realisasi pengadaan beras mencapai 2.730.113 kilogram, melampaui target awal sebesar 2.617.000 kilogram pada tahun 2026.
Pemimpin Wilayah Bulog Maluku-Malut, Rudy Senawi Tahir, menegaskan capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata kerja optimal di lapangan.
“Capaian ini menunjukkan kinerja optimal jajaran Bulog dalam memastikan ketersediaan beras tetap terjaga,” tegas Rudy.
Perkuat Cadangan Pangan, Jaga Stabilitas Harga. Lonjakan realisasi pengadaan ini langsung berdampak pada penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Dengan stok yang semakin kokoh, Bulog dinilai lebih siap menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di tengah dinamika pasar.
Rudy menambahkan, capaian ini menjadi bagian dari strategi besar menuju swasembada pangan nasional.
“Kami optimistis, dengan fondasi yang semakin kokoh ini, upaya menuju swasembada dan kedaulatan pangan dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujarnya.
Secara nasional, Bulog juga mencatat stok beras mencapai lebih dari 5 juta ton hingga April 2026, memperlihatkan kesiapan pemerintah dalam menjaga pasokan pangan strategis.
Distribusi Masif, Tantangan Kepulauan Jadi Ujian. Tak hanya fokus pada pengadaan, Bulog Maluku-Malut juga terus menggencarkan distribusi bantuan pangan ke masyarakat. Di Kota Ambon, misalnya, ribuan warga telah menerima bantuan beras yang tersebar di berbagai kelurahan.
Sebanyak 8.729 penerima bantuan pangan (PBP) tercatat menerima distribusi di Kecamatan Nusaniwe saja.
Namun, tantangan geografis wilayah kepulauan tetap menjadi pekerjaan rumah besar. Distribusi logistik yang mahal dan akses yang terbatas membuat Bulog harus bekerja ekstra keras memastikan beras sampai ke masyarakat.
Sinyal Positif Ketahanan Pangan Timur Indonesia. Capaian di atas 100 persen ini menjadi sinyal kuat bahwa wilayah timur Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata dalam urusan ketahanan pangan. Justru, Maluku dan Maluku Utara mulai menunjukkan peran strategis dalam menopang stok nasional.
Keberhasilan ini juga dinilai sebagai indikator bahwa sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, serta jaringan distribusi berjalan efektif, meski dihadapkan pada kondisi geografis yang kompleks.
Dengan capaian ini, Bulog Maluku-Malut tidak hanya mencatat prestasi administratif, tetapi juga mengirim pesan kuat: ketahanan pangan nasional mulai berdiri kokoh dari wilayah timur Indonesia. (*)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita