Haltim, JNewstv.com — Suara masyarakat Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, kembali disuarakan melalui agenda reses DPRD Halmahera Timur. Sejumlah kebutuhan mendasar hingga persoalan infrastruktur menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga kepada Wakil Ketua DPRD Halmahera Timur, Abdul Latif Mole, S.H.I., M.Si.
Reses Anggota DPRD Halmahera Timur periode 2024–2029 tersebut menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak dan berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah ketersediaan air bersih. Masyarakat mengusulkan pembangunan empat sumur air bersih guna mendukung kebutuhan warga Desa Bokimaake.
Bagi masyarakat, ketersediaan sumber air bersih bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut kebutuhan dasar yang digunakan setiap hari. Karena itu, pembangunan sumur menjadi salah satu aspirasi yang diharapkan dapat segera mendapat perhatian.
Selain air bersih, warga juga meminta pembangunan jalan tani sepanjang kurang lebih tiga kilometer. Jalan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, khususnya para petani yang membutuhkan akses menuju kebun sekaligus jalur untuk mengangkut hasil pertanian.
Persoalan pendidikan turut menjadi perhatian masyarakat. Warga menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan dan peningkatan fasilitas Sekolah Dasar (SD) di Desa Bokimaake.
Mereka berharap fasilitas pendidikan yang memadai dapat mendukung kegiatan belajar-mengajar sekaligus memberikan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di desa.
Tidak berhenti di situ, masyarakat juga mengusulkan bantuan perahu fiber untuk menunjang berbagai kebutuhan dan aktivitas warga.
Menanggapi sejumlah aspirasi tersebut, Abdul Latif Mole menyatakan bahwa setiap masukan masyarakat akan menjadi bagian dari catatan reses untuk selanjutnya diperjuangkan melalui lembaga DPRD.
Ia mengatakan, upaya merealisasikan aspirasi masyarakat tentunya harus disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah, mekanisme penganggaran serta kemampuan keuangan daerah.
“Reses ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan insyaallah kami usahakan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan mekanisme yang ada,” kata Abdul Latif.
Menurutnya, pertemuan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat. Aspirasi yang muncul dari desa, kata dia, perlu menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Abdul Latif juga menekankan bahwa kebutuhan masyarakat di setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, komunikasi langsung dengan warga dinilai penting agar program pembangunan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Masyarakat Desa Bokimaake berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan dalam kegiatan reses. Mereka menginginkan adanya tindak lanjut nyata, terutama terhadap kebutuhan air bersih, jalan tani, fasilitas pendidikan dan bantuan perahu fiber.
Bagi warga, perhatian terhadap kebutuhan dasar tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih baik sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Bokimaake. (Ichky)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita
