
JNewstv.com | Jakarta
Presiden Joko Widodo & Wakil Rakyat di DPR/MPR RI didesak menolak usulan dicabutnya TAP MPRS nomor XXV/1966 tentang PKI, juga TNI-Polri bersikap tegas memberangus simbol dan atribut PKI, serta kesiapan membela Pancasila & Negara Republik Indonesia, menjadi sikap para kader bela negara.Hal ini dikatakan oleh Ketum Depinas PP Keluarga Mahasiswa & Alumni Penerima Beasiswa Super Semar, Suaib Didu. (01/06/2020)
Ketum Suaib Didu mengatakan bahwa Depinas PP Keluarga Mahasiswa & Alumni Penerima Beasiswa Super Semar sudah melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen kebangsaan, Ormas-Ormas, dan seluruh komponen cadangan bela negara, untuk Siaga-1 di tengah bermunculannya propaganda-propaganda Partai Komunis Indonesia sebagai bahaya laten.
” Ketiga sikap ini merupakan bentuk keprihatinan kondisi kebangsaan dan kenegaraan dengan kemunculan banyaknya atribut dan simbol-simbol palu arit di banyak tempat & berbagai kesempatan.Dan karena itu ,Kami bersama Depinas Puskom Gerakan Bela Negara & Majelis Tinggi Perjuangan Bela Negara sudah siap berjuang di bawah panji-panji Pancasila.” tegasnya.
Hal senada diungkap Waketum Depinas Puskom Gerakan Bela Negara, Sulhan bahwa sikap bersama yang muncul bersamaaan kelahiran Pancasila pada 1 Juni dikarenakan prihatin terhadap kondisi kebangsaan & kenegaraan yang dirongrong kelompok anti-Pancasila.
“Ideologi komunis itu bukan marwah bangsa Indonesia, yang hidup dalam musyawarah untuk mufakat serta dilandasi gotong royong,” ujarnya, didampingi Ketum Majelis Tinggi Perjuangan Bela Negara, Abdul Rachman Sappara, usai membacakan Pernyataan Sikap bersama di Jakarta.
Untuk itulah, sambung AR Sappara, mendesak Presiden Joko Widodo bersama wakil rakyat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) & Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) mengabaikan keinginan segelintir orang untuk mencabut Tap MPRS XXV tahun 1966 tentang larangan PKI. (Harun/red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita