JNewstv.com | Ternate. Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol Rikhwanto meminta maaf atas kesalah pahaman (misunderstanding) anggotanya terhadap sejumlah wartawan yang hendak meliput salahsatu mahasiswa yang ditahan dalam aksi unjukrasa karena diduga melempar batu ke petugas.
Hal ini disampaikannya kepada wartawan se- kota Ternate di aula Kieraha Polda Malut. (21/10) Irjen Pol Rikhwanto mengatakan insiden kemarin (20/10) kepada beberapa wartawan yang hendak melakukan foto di usir oleh oknum anggota polisi karena saling mempertahan tupoksi atau tugasnya masing – masing sehingga terjadi kesalahpahaman.
“Dari segi wartawan atau jurnalis hal ini suatu moment yang bagus atau baik dalam melakukan pemotretan dan pertanyaan namun disisi lain (red – polisi) sedang bertugas mensterilkan dan mengamankan lokasi sehingga terjadi kesalah pahaman tersebut,” ungkapnya.
Kapolda menjelaskan meskipun itu, polisi tidak boleh melakukan pengusiran secara paksa namun harus dibicarakan dengan baik dan benar. ” Atas kejadian ini, Saya sebagai pimpinan tertinggi di Polda Maluku Utara meminta maaf kepada rekan – rekan wartawan dan akan mengintruksikan ke jajarannya bahwa wartawan adalah mitra kerja Polisi,sehinnga tidak mengulangi lagi kesalahan tersebut,” jelas Rikhwanto.
Rikhwanto menerangkan dirinya berjanji akan melakukan penindakan kepada anggotanya yang melakukan pengusiran tersebut sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab yang diatur dalam undang-undang kepolisian. ” Saya berharap persoalan ini selesai sampai disini dan tidak usah dibesar – besarkan, karena kepolisian dan warta wan adalah mitra kerja yang tidak bisa lepas dan dipisahkan satu sama lain. Mari kita saling menghormati dan menjaga hubungan yang erat demi masyarakat Maluku Utara,” tutup jenderal bintang dua ini. (Syahril/kemal)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita