Home / Jnews Malut / Kab. Halut / Masyarakat Adat  Suku Boeng,  Pagu,  Modole dan Kao Ajukan 9  Syarat Ke PT. EFI

Masyarakat Adat  Suku Boeng,  Pagu,  Modole dan Kao Ajukan 9  Syarat Ke PT. EFI

JNewstv.com | Tobelo.
Masyarakat Adat Suku Boeng, Pagu, Kao dan Modole, melaksanakan pertemuan dengan PT. Emerald Ferrochromium Industri (PT. EFI), Selasa (05/11/19) Pukul 10:00. WIT. Pertemuan yang di laksanakan di Pondok Makan Ta’Suka Desa Kusu Lofra,  Kecamatan Kao Utara,  Kabupaten Halmahera Utara,  Provinsi Maluku Utara.

Pertemuan antara Masyarakat adat dengan PT. EFI,  dihadiri juga oleh Bupati Halmahera Utara,  Frans Manery,  HDR PT.  Muchnis B Asagaf beserta staf PT EFI Tobelo. Pertemuan  ini adalah dalam rangka menindak lanjuti pertemuan antara PT. EFI dengan empat suku masyarakat adat kecamatan Kao pada tanggal 15 Mei 2019.

Dalam pertemuan yang tersebut,  Isak Bicara,  menyampaikan 9 syarat yang menjadi kesepakatan masyarakat adat  kepada pihak PT. EFI,  diantaranya :

1. Selama beroperasi,  biaya operasional/jaminan kesejahteraan Dewan Adat Suku Boeng, Pagu, Kao dan Modole didanai oleh PT. EFI.

2. Jaminan kesehatan BPJS masyarakat adat Boeng, Pagu, Kao dam Modole,  di biayai oleh PT. EFI.

3. Badan Usaha yang direkomendasikan Dewan Adat Suku Boeng,  Pagu,  Kao dan Modole,  perlu di akomodir  oleh PT. EFI dan dijadikan mitra kerja dan usaha oleh PT. EFI.

4. Tenaga kerja/ karyawan yang di terima ke PT. EFI dan subkontraktornya perlu memperoleh  rekomendasi dati dewan adat suku boeng, pagu, kao dan modole.

5. PT. EFI perlu mengakomodir petugas keamanan adat (baru baru)  suku boeng,  pagu, kao dan modole sebagai tenaga keamanan perusahaan.

6. PT. EFI harus melibatkan Yayasan “Higaro Ma Oa” (Digagas oleh suku boeng) dalam menjalankan program kerja/CSR PT. EFI.  Masing-masing suku dapat mendirikan yayasan sendiri.

7. PT. EFI dapat merealisasikan dana untuk program lintas suku.

8. PT. EFI harus menempatkan perwakilan masyarakat adat suku boeng. Pagu,  kao dan modole yang direkomendasikan oleh dewan adat suku boeng,  pagu,  kao dan modole dalam struktur menejemen PT. EFI.

9. Pengelolaan lingkungan/ Limbah perlu diseriusi oleh PT. EFI,  pengelolaan limbah ( B3,besi dan lain-lain)  harus dikelola oleh suku boeng,  pagu,  kao dan modole.

Berbagai persyaratan dan tuntutan oleh ke 4 suku tersebut di atas di tanggapi serius oleh HRD Pusat PT. EFI,  Muchnis B Assagaf,  menurutnya pihak perusahan berkeinginan untuk membangun kerjasama dengan semua pihak di daerah ini lebih khusus masyafakat adat dan pemerintah daerah ini.

Menurutnya,  Infestasi yang di bangun di daerah ini adalah jangka panjang sehingga kami berharap  mendapat dukungan dari  semua pihak  terutama masyarakat adat dan juga pemerintah daerah.  Untuk itu apa yang disampaikan oleh masyarakat adat ini akan menjadi perhatian serius pihak perusahan dan kami akan membahas ini dengan dewan direksi nanti.

Kami akan membutuhkan kurang lebih 7000 buat tenaga kerja,  yang akan  rekrut pada PT. EFI. Oleh karena itu kami berharap agar masyarakat di daerah ini bersabar karena kami sementara baru pada pembangunan infrastruktur.

Kemudian berbagai permasalahan terkait dengan rekrutmen tenaga kerja, CSR, dan tanggung jawab perusahan  sudah tentunya sudah menjadi tanggung jawab perusahan dan akan di atur sesuai dengan regulasi undang-undang yang ada.  Dimana perusahan mengacu pada peraturan perundang undangan yang berlaku,  namun tidak mengesampigkan masyarakat adat di sini.

Dalam kesempatan itu,  Sangaji Desa Boeng, Josua Koyoba,  mengingatkan kepada pihak perusahan agar lebih memperhatikan anak anak di daerah ini,  terutama anak-anak warga Desa Boeng, yang sudah memasukan lamaran ke pihak perusahan namun sampai saat ini tidak ada informasi selanjutnya.

Josua,  berharap agar rekrutmen tenaga kerja tidak lagi melibatkan pemerintah Desa Gulo (Kades Gulo)
Karena kebanyakan laporan yang kami terima bahwa ada interfensi kepala desa sehingga banyak dokumen lamaran dari desa Boeng tidak tahu entah kemana.

Sementara itu Bupati Halmahera Utara. Ir. Frans Manery,  menyampaikan bahwa, permaslahan ini akan di selesaikan dengan baik. Menurut Frans,  “kehadiran PT. EFI,  bakal menyerap ribuan tenaga kerja di daerah ini.  Disamping itu dapat mendongkrak roda perputaran ekonomi di wilayah seputaran pertambangan dan Kabupaten Halmahera Utara pada umumnya.

PT. EFI,  ini tidak merekrut sumberdaya alam di kecamatan kao utara,  karena mereka hanya menyediakan pabrik pengolahan pasir besi yang matetialnya di datangkan dari Mototai,  Loloda dan Halmahera Tengah.

Jadi sekali lagi, menepis apa yang menjadi kecurigaan komponen masyarakat bahwa,  PT. EFI,  afalah perusahan berselubung karena di Desa Gulo dan sekitarnya terdapat  sumber daya alam emas,”  kata Frans. (Roby)

About jnews

Check Also

Tembus Banjir Kini Desa Salube Punya ‘Jembatan Merah Putih Polri’ yang Megah

JNewstv.com | HALMAHERA UTARA – Jum’at 06 Maret 2026. Ingatkah Anda dengan sebuah video viral …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII