Home / Berita / Mendag Luthfi Akui Sinergi Pemerintah, Konsumen & Pengusaha, Mampu Pulihkan Ekonomi

Mendag Luthfi Akui Sinergi Pemerintah, Konsumen & Pengusaha, Mampu Pulihkan Ekonomi

JNewstv.com | JAKARTA

Menteri Perdagangan, Muhamad Luthfi, mengatakan terus menggenjot pemulihan ekonomi bangsa di tengah krisis kesehatan efek kebijakan pandemi covid19 dengan mendisiplinkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker.
“Pergeseran pola konsumsi, produksi, transaksi, dan distribusi sebagai kekuatan baru untuk memulihkan ekonomi, pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan tetap melanjutkan program wajib menerapkan Prokes memakai masker bagi masyarakat konsumen di pasar-pasar,” ujarnya, Jumat (10/9).

Pemulihan ekonomi semasa darurat kesehatan, Mendag Luthfi menjelaskan sangat bergantung kerjasama yang baik antara konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah. “Demi terwujudnya iklim perdagangan yang baik, dibutuhkan pelaku usaha yang bertanggung jawab, serta konsumen cerdas yang teliti serta memahami hak dan kewajibannya,” urainya.

Sementara Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggrijono, menambahkan bahwa Pemerintah selaku regulator berkewajiban menjamin & memastikan kesinambungan perekonomian melalui berbagai kebijakan yang melindungi aktivitas perdagangan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini.

Karenanya, Ditjen PKTN terus mensosialisasikan pemakaian masker bagi masyarakat yang beraktivitas di pasar-pasar modern ataupun tradisional dengan membagikan masker standar nasional Indonesia.
“Kepatuhan Prokes tetap menjadi kewajiban para konsumen dalam memutus mata rantai penularan sekaligus mengawasi secara massif suksesnya pemulihan ekonomi di level masyarakat,” urai Veri Anggrijono. “Kami juga memberikan informasi lewat slogan penyemangat agar konsumen Indonesia tetap menjadi konsumen yang cerdas dan kritis di masa pandemi.”

Masker si-Enda

Dirjen Veri mengatakan sosialisasi disiplin pemakaian masker mengerahkan sosok Maskot si-Enda, yang memposisikan diri sebagai bentuk kehadiran negara melindungi konsumen. Si-Enda, lumba-lumba/dolphin berikat kepala sunda dengan motif batik Megamendung itu, perwujudan hewan mamalia sosial mewakili kecerdasan berdaya untuk melindungi diri dari ancaman.
“Rasa percaya diri masyarakat dalam bertransaksi bersifat fundamental bagi kesehatan ekonomi suatu bangsa. Kondisi bertransaksi dengan percaya diri ini membangun dinamika pasar dan daya beli konsumen yang efektif, sebagai amanat konstitusi, sehingga terbangun pertumbuhan ekonomi nasional berkualitas,” jelas Anggrijono.

Sejak dibukanya pasar-pasar moderen bersamaan diturunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari darurat ke Level 4 dan Level ke-3, pada 3 Juli hingga sekarang ini, Kemendag Cq Ditjen PKTN aktif membagikan masker mengerahkan Si-Enda, maskot Hari Konsumen Nasional (Harkonas) sejak 2019 seiring Keppres nomor 13 tahun 2012 turunan dari UU Perlindungan Konsumen nomor 8 tahun 1999 pada 20 April.
Pembagian masker oleh Si Enda ke Pasar Modern BSD City, Tangerang, & Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta Timur, pada 25 Agustus 2021 Disusul Pasar Jatinegara, Jaktim (2/9), Pasar Pucung Raya Depok, Jabat, (26/8), Pasar Jaya Gondangdia, Jakpus, (31/8), & Pasar Bendungan Hilir, Jakpus, (6/9). Juga di Jakarta Selatan seperti Pasar Tebet Barat (31/8), Pasar PSPT Tebet Timur (8/9). “Aksi pembagian masker ini masih akan dilaksanakan di pasar Pasar Kwitang Dalam Senen, Jakarta Pusat serta Pasar Manggis Setiabudi dan Pasar Karet Pedurenan, Jakarta Selatan,” tutup Dirjen Veri. (Nand

About Redaktur

Check Also

Baru ! GPS Hadir Beri Ruang Kreasi di Sula

JNewsTv.Com | SULA. Keinginan dan semangat di kalangan generasi muda di dunia pendidikan mendapat perhatian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*