JAKARTA, JNewsTV – Pemindahan Abdul Gani Kasuba (AGK) dari RSUD Hasan Bushori ke Rutan Jambula dilakukan pada Rabu malam (2/1/2025). Keputusan ini diambil meski kondisi kesehatan mantan Gubernur Maluku Utara tersebut dikabarkan belum pulih sepenuhnya.
Direktur Utama RSUD Hasan Bushori, Dr. Alwia Assagaf, menegaskan bahwa perawatan pasien selalu berdasarkan indikasi medis.
“Jika sudah dinyatakan ‘selesai perawatan,’ pasien akan dipulangkan oleh dokter yang merawat, bukan atas perintah pihak lain,” ujar Dr. Alwia melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/1/2025).
Ia juga membantah adanya larangan bagi wartawan dan kerabat AGK untuk mengambil dokumentasi. “Saya tidak tahu tentang hal tersebut,” tegasnya.
Kepala Rutan Kelas IIB Ternate, Nurchalis Nur, membenarkan pemindahan AGK. “Sudah balik ke rutan,” singkat Nurchalis.
Namun, sumber media menyebut Kepala Rutan sempat keberatan menerima AGK karena khawatir akan risiko kesehatan.
“Kami khawatir jika ada hal buruk terjadi, kami akan menjadi pihak yang disalahkan,” ungkap sumber tersebut.
Pemindahan AGK yang dilakukan pada malam hari memicu tanda tanya. Sumber lain menyebut Kepala Rutan meminta penundaan hingga pagi untuk memberi waktu kepada keluarga. Namun, keputusan tetap dijalankan.
Dr. Alwia menambahkan bahwa kondisi AGK sudah membaik dan dapat kembali ke rumah sakit jika diperlukan.
Kontroversi ini menuai kritik masyarakat, yang mempertanyakan urgensi pemindahan. Dugaan adanya tekanan terhadap RSUD untuk menyatakan kondisi AGK stabil pun mencuat.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa ini.***
JNewstv.com Berita Fakta & Realita