“MAHASISWA PPL FKIP UNKHAIR DI SMA NEGERI 1 KOTA TERNATE BERGIAT DENGAN PEMBELAJARAN LITERASI ERA INDUSTRI 4.0”
Ternate, Jnewstv.com – Praktik pembelajaran lapangan merupakan kegiatan praktik pembelajaran di sekolah bagi mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Unkhair. PPL merupakan salah satu mata kuliah wajib pada program strata satu di FKIP Unkhair.
Program ini diselenggarakan untuk meningkatkan soft skill dan hardskill peserta PPL terhadap komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar dan untuk mendorong agar mereka mampu mengimplementasikan teori-teori pedagogy yang dipelajari selama di bangku kuliah dan meningkatkan keterampilan pribadi sebagai guru yang kreatif.
Peserta PPL belajar bagaimana menentukan pilihan yang paling efektif ketika menghadapi situasi yang menantang di dalam kelas.
Mereka juga belajar bagaimana menyeimbangkan peran mereka sebagai guru abad 21 mulai dari menjadi instruktur, pencipta, pengelola, pembimbing, hingga sebagai panutan. untuk mengindentifikasi aspek-aspek lingkungan yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di dalam kelas1. Mereka juga dibekali pengetahuan dan ketrampilan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pelaksanaannya sehingga siswa mendapatkan kesempatan yang maksimal untuk mengekspresikan diri dalam lingkungan yang positif.
Tak hanya itu, mahasiswa calon guru juga belajar bagaimana mengobservasi pembelajaran dan melakukan refleksi serta menyusun laporannya.
Kegiatan pada semester genap 2018/2019 tersebut dilaksanakan selama 2 bulan lebih mulai 19 Februari dan diakhiri pada 23 April 2019. Selama kegiatan tersebut, mahasiswa digembleng dengan pengalaman riil sebagai seorang calon guru yang harus memiliki berbagai macam kompetensi. Bersama guru-guru pamong yang profesional, mereka banyak belajar tentang bagaimana menyusun dan mengembangkan rancangan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 dan tuntutan era industri 4.0.
Hal ini di jelaskan oleh Dr. Arini Zahrotun Nasichah, S.Pd., M.Pd, selaku dosen pembimbing lapangan, menurutnya. “Sebagai calon guru, mahasiswa harus banyak berlatih untuk meningkatkan ketrampilan yang mendukung kompetensinya sebagai calon guru. Guru juga harus siap menghadapi dinamika perubahan kurikulum dan perkembangan IPTEK, karena itu guru harus senantiasa belajar sepanjang hayat”.
Sebagian mahasiswa merasa kesulitan dalam menyusun RPP sebagaimana yang diarahkan oleh pihak sekolah. Namun menurut DPL, hal ini wajar, karena SMA Negeri I adalah sekolah rujukan yang selalu lebih dahulu update berbagai bentuk implementasi perubahan dalam praktik pengembangan rancangan pembelajaran, sehingga waktu belajar selama 2 bulan masih belum cukup bagi mahasiswa untuk mendalami dan mempraktikkan perubahan tersebut.
Di kemudian hari, ketika mereka menjadi guru, mereka akan berhadapan dengan berbagai macam perubahan dan perbedaan, baik perubahan kebijakan dalam dunia pendidikan, perbedaan lingkungan dan karakter karakter peserta didik antar kelas, perubahan paradigma pembelajaran dan lain sebagainya yang berimplikasi pada perubahan pada aspek pembelajaran di kelas.
Lanjutnya Dr. Arini menyampaikan. “Guru harus siap beradaptasi dengan perubahan-perubahan dan mampu menyikapi perbedaan tersebut secara profesional, kesulitan tersebut adalah bagian dari sebuah proses belajar yang harus dilalui mahasiswa sebagai pebelajar. Berkat pendampingan intensif dari pihak sekolah, terutama guru-guru pamong, mahasiswa pada akhirnya mampu menyelesaikan setiap tugas penyusunan rancangan pembelajaran dan persiapan kegiatan belajar mengajar dengan baik,” ungkapnya.
Disela-sela kegiatan tersebut, mahasiswa bersama dewan guru SMA Negeri I Kota Ternate mengikuti sosialisasi PemBatik (pembelajaran berbasis TIK) oleh rumah belajar bersama Duta rumah Belajar Maluku Utara.
Mahasiswa dari 7 Program Studi yang ada di FKIP Unkhair tersebut bergiat melaksanakan pembelajaran literasi sesuai tuntutan kurikulum 2013 dan “literasi baru” yang menjadi tuntutan pembelajaran di era industri 4.0. Salah satu bentuk implementasi pembelajaran “literasi baru” selain 3 pilar literasi yang diperkenalkan sebelumnya, yaitu literasi data dan literasi teknologi, dilaksanakan secara kolaboratif oleh 3 mahasiswa dari Program Studi Bahasa Inggris sebagai pioneer team, dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) sebagai observer.
Lanjutnya, Menurut Dr. Arini, “Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa program PPL untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mengimplementasikan pembelajaran “literasi baru” dengan tetap berpijak pada literasi lama. Kegiatan ini dilaksanakan karena dunia pendidikan harus siap menghadapi era revolusi industri 4.0 dengan menyiapkan pembelajaran sebaik-baiknya termasuk menyiapkan guru, siswa, dan kurikulum yang sesuai di era digital agar siswa kita kelak mampu berdaya saing tinggi,” tutupnya.
Peran guru di era revolusi industri 4.0 tetap tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi namun jika guru mengabaikan penguasaan teknologi, tidak kreatif, dan inovatif, maka guru akan dapat digantikan teknologi. Oleh sebab itu guru selain harus melek literasi data dan literasi digital juga harus mampu menjadikan dirinya sebagai motivator dan inspirator bagi anak didiknya.
Diakhir kegiatan, Ramli Kamarudin, S.Pd.,M.Si. selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Kota Ternate mengharapkan agar kerjasama antara sekolah dan Unkhair tetap terjalin dengan baik dan memberikan masukan kepada UPT PPL FKIP Unkhair untuk melibatkan pihak sekolah dalam kegiatan pembekalan mahasiswa sebelum turun ke sekolah dalam rangka penyamaan persepsi terutama terkait dengan keterbaruan kebijakan kurikulum yang diberlakukan di sekolah tujuan. (Red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita




