Home / Berita / Bahaya ! Nelayan Asal Sulawesi Mengabil Telur Ikan di Laut Kepsul Tanpa Izin

Bahaya ! Nelayan Asal Sulawesi Mengabil Telur Ikan di Laut Kepsul Tanpa Izin

JNewsTv.Com | SULA

Berbagai sorotan keras berdatangan dari kalangan pemuda dan aktivis serta masyarakat Kecamatan Mangoli Utara,Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). Pasalnya maraknya nelayan asal Sulawesi melakukan pengambilan telur ikan terbang tanpa mengantongi Izin di perairan laut wilayah tersebut. (18/09/21)

Berdasarkan informasi yang didapat,nelayan yang awalnya hanya mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perikanan dan Kelautan ( DKP) Kepsul untuk proses mengurus izin di PSTP Provinsi Maluku Utara, Namun nelayan asal Sulawesi tersebut malah melakukan operasi tanpa mengurus izin.

” Para pemuda dan kalangan mahasiswa setempat merasa tidak puas atas tindakan yang di lakukan oleh pihak DKP Kepsul yang sudah memberikan rekomendasi terhadap para nelayan asal Sulawesi, akibatnya tanpa pengkajian yang jelas nelayan tersebut berani mengambil telur ikan tanpa izin,” ujar mereka dengan nada geram.

Mereka juga menilai bahwa hal ini tidak boleh di berikan oleh pihak yang berwenang, karena jika di biarkan maka akan berdampak fatal serta merugikan masyarakat dan daerah.

Menanggapi kekecewaan itu, Sahlan Norau, selaku Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Sula, pada Jum’at (17/09/2021), mengatakan bahwa
terkait aktivitas pengambilan telur ikan terbang di perairan Kecamatan Mangoli Utara yang meresahkan masyarakat itu, pihak DKP tidak pernah memberikan izin untuk pengoperasian, DKP hanya mengeluarkan berupa rekomendasi.

“Perlu saya sampaikan, terkait dengan rekomendasi yang saya keluarkan itu untuk pengurusan izin tangkap di PSPT Provinsi, jadi itu bukan izin, karena kami DKP Sula tidak memiliki kewenangan dalam hal mengeluarkan izin,” akunya.

Ia menerangkan bahwa rekomendasi yang dimaksud itu telah disalahkan gunakan oleh mereka (Nelayan), karena rekomendasi tersebut telah dijadikan sebagai dasar untuk beroperasi.

” Rekomendasi itu bukan untuk di jadikan sebagai surat izin tangkap apalagi sampai pengambilan telur ikan, itu tidak bisa karena akan menyalahi aturan yang ada,” ujar Sahlan.

Plt. Kadis DKP Kepulauan Sula Ini juga menegaskan bahwa aktivitas pengambil telur ikan terbang dengan berdasarkan rekomendasi itu ilegal.

“Maka perlu saya tegaskan bahwa, pengambilan telur ikan di perairan Mangoli Utara dengan menggunakan rekomendasi dari DKP yang saya keluarkan adalah ilegal dan tidak sah. Sekali lagi kegiatan pengambilan telur ikan terbang di wilayah perikanan Kabupaten Kepulauan Sula adalah ilegal”, tegasnya.

Mantan Akademisi Unkhair itu juga menambahkan bahwa, rekomendasi yang dikeluarkan DKP Kepulauan Sula tertanggal 12 Juli 2021 dinyatakan batal dan tidak berlaku.

“Jika masih terdapat nelayan yang menggunakan rekomendasi tersebut untuk melakukan aktivitas ilegal fishing atau mengambil telur ikan terbang, maka kepada aparat yang berwajib dapat menghentikan aktivitasnya dan dapat menahan armada tangkap bila masih terus beroperasi” ungkapnya. (ikd)

About Redaktur

Check Also

Polres Halteng Tidak Main-main Dalam Menangani Kasus Pemerkosaan

JNewstv. com | Halteng Polres Halteng melalui Waka Polres, Kompol dr.h Dedi Wijayanto SH, Kasat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*